Siap berkarya, siap mengabdi untuk masyarakat

Kegiatan Belajar Mengajar Di Desa Batubelah Barat



Upaya Kelompok KKN 23 untuk Membantu dan Meningkatkan Proses Mengajar di Batubelah Barat




“Sebanyak 16 orang Mahasiswa KKN 23 Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan belajar mengajar dibeberapa sekolah di antaranya TK, SD, MI dan MTs yang ada di Desa Batuelah Barat Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.”

Kegaiatan Belajar Mengajar dilakukan setiap hari Senin-Kamis dari pukul 07.30-12.00 WIB. Koordinator KKN 23 sebelumnya sudah menembusi masing-masing sekolah yang akan Kita kunjungi diantaranya TK, SD, MI dan MTS. Setiap anggota KKN telah dibagi sebelumnya untuk mengajar di TK, SD, MI dan MTs. Terdapat 4 Mahasiswa yang mengajar di TK, 5 Mahasiswa yang mengajar di SD, 4 Mahasiswa yang mengajar di MI, dan 3 Mahasiswa yang mengajar di MTS. Pihak sekolah, terutama Kepala sekolah begitu antusias menyambut kedatangan Kami. Bahkan salah satu anggota KKN diberi tanggung jawab untuk menjadi pembina dalam upacara bendera hari senin, sebuah kehormatan bagi kami para anggota KKN 23.

Beberapa sekolah yang Kami kunjungi memiliki kesan tersendiri dan beberapa masalah tersendiri. TK dan MTS merupakan sekolah swasta yang baru berdiri pada tahun 2016 yang didirikan oleh salah satu Kyai yang ada di Madura, kebetulan saat ini Kyai tersebut sedang dalam keadaan sakit dan dipasrahkan kepada Kepala Sekolah  yang baru. Sekolah tersebut masih banyak sekali kekurangan karena sekolah  itu baru berdiri sehingga membutuhkan banyak bantuan dana untuk melengkapi fasilitas yang ada di sekolah tersebut. Kesan pertama kali saat memasuki sekolah TK ada beberapa hal yang begitu menonjol yang menyita perhatian Kami disitu tidak terdapat permainan, media belajar, dan kurangnya fasilitas lainnya yang seharusnya ada, begitu juga dengan MTS. MTS yang terdapat diDesa Batu Belah Barat masih minim dengan fasilitas diantaranya ruang kelas tanpa meja dan kursi, papan tulis, serta buku seperti LKS, Paket dll masih menggunakan kurikulum KTSP 2006 serta minimnya pengetahuan para siswa. Tenaga pengajar yang sangat  minim dengan SDM membuat para siswa belum bisa berkembang pesat, tenaga pengajar paling banyak adalah sukarelawan. Sedangkan murid juga masih minim sekali sekitar 20 murid MTS jika dijumlahkan dari kelas 1-3.

Sekolah SD yang ada di Desa Batu Belah Barat merupakan sekolah yang bisa dikatakan berkembang, karena untuk fasilitasnya sendiri cukup memadai hanya saja tenaga pendidik yang mengajar di SDN Batubelah Barat terbilang kurang. Hal ini sama dengan yang dialami oleh MI di desa Batubelah Barat. Jumlah tenaga pendidik yang kurang menjadi faktor sekolah ini masih berkembang. Oleh karena itu kelompok KKN 23 Universitas Trunojoyo Madura memutuskan untuk membantu kegiatan mengajar di sekolah-sekolah tersebut agar sekolah tersebut menjadi lebih maju.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support