Siap berkarya, siap mengabdi untuk masyarakat

Sosialisasi Biogas dan Hemat Listrik

Sosialisasi Biogas dan Hemat Listrik


Minggu, 22 Juli 2018 sebanyak 16 orang mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan sosialisasi biogas dan hemat listrik yang bertempat di balai desa Batubelah Barat, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.

Desa Batubelah Barat - Kegiatan sosialisasi biogas dan hemat listrik adalah salah satu program kerja milik KKN 23. Dalam kegiatan ini warga diberi pengetahuan tentang pengertian, cara pembuatan dan fungsi biogas. Biogas adalah suatu gas yang dihasilkan dari proses anaerobik (fermentasi) bahan bahan organik seperti kotoran manusia, limbah rumah tangga dan juga kotoran hewan. Bahan yang sangat dibutuhkan dalam membuat biogas yaitu metana dan karbon dioksida yang terkandung di dalam bahan organik.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dengan penggunaan biogas ini, antara lain lingkungan menjadi lebih bersih dan indah, menghemat biaya operasional rumah tangga, menurunkan emisi gas rumah kaca dan masih banyak lagi manfaat-manfaat lainnya.

Oleh karena itu kegiatan sosialisasi mengenai biogas ini sangatlah penting bagi masyarakat Batubelah Barat dikarenakan banyak warga di desa ini yang memelihara ternak sapi sehingga kotorannya dapat dijadikan bahan pembuatan biogas

Selain itu warga juga diberikan pengarahan terkait cara menghemat listrik. Masih banyak warga yang belum sadar betapa pentingnya menghemat energi listrik dan tugas kelompok KKN 23 disini ialah membangkitkan kesadaran masyarakat agar dapat lebih bijaksana dalam menggunakan energi listrik dengan sosialisasi hemat listrik.
Share:

Kerja Bakti Desa Batubelah Barat

Gotong Royong Membersihkan Masjid dan Balai Desa


Minggu, 22 Juli 2018 seluruh mahasiswa kelompok KKN 23 melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan masjid dan balai desa di desa Batubelah Barat Kecamatan Dasuk Sumenep.
Desa Batubelah Barat - Kerja bakti bersama merupakan kegiatan yang lumrah dan sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia, selain karena meringankan beban kerja bakti bersama bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkumpul dan bercengkrama. Kelompok KKN 23 Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan yang sudah disepakati pada program kerja yaitu melakukan kerja bakti bersama di balai desa dan masjid di desa Batubelah Barat. Kondisi masjid dan balai desa sendiri masih terlihat kotor maka dari itu tugas kelompok KKN 23 lah membersihkan kedua tempat tersebut sehingga terlihat indah dan nyaman untuk digunakan.

Dari 16 anggota dari kelompok KKN 23 UTM dibagi 2 kelompok untuk membersihkan masjid dan balai desa. Segera setelah pembagian kelompok kerja bakti langsung mempersiapkan alat-alat pembersih.

Kondisi masjid banyak ditumbuhi rumput liar dan berdebu. Sedangkan kondisi di balai desa untuk dibersihkan juga terlihat kotor, disekelilingnya masih banyak terdapat kayu dan paku yang berserakan dikarenakan baru dibangun. Kondisi ini menjadikan kedua tempat ini tidak nyaman untuk digunakan. Teman-teman KKN 23 bersikeras untuk membersihkan masjid dan balai desa agar tempat layak digunakan semestinya. Setelah itu, teman-teman KKN 23 dimintai untuk kerja bakti di lembaga MTs dan memasang beberapa  plakat kata mutiara di TK. Diakhir kerja bakti, tentunya teman-teman KN 23 makan bersama sebagai penghilang rasa lelah.
Share:

Berbaur dengan Masyarakat Batubelah Barat

"Mahasiswa KKN 23 Mengikuti Pengajian Rutin di Desa Batubelah Barat"

Kamis, 26 Juli 2018 mahasiswa KKN 23 mengikuti pengajian rutin di desa Batubelah Barat Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep.
 Batubelah Barat - Sebanyak 6 mahasiswa laki-laki KKN 23 Universitas Trunojoyo Madura melakukan pengajian rutin yang diadakan warga desa Batubelah Barat. kegiatan pengajian ini dilakukan pada hari kamis malam. Sementara itu mahasiswa perempuan KKN 23 Batubelah Barat  membantu ibu-ibu desa Batubelah Barat untuk menyiapkan makanan dan berkat di dapur.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat desa Batubelah Barat dan mahasiswa KKN 23 Univresitas Trunojoyo Madura dapat menjalin silaturahmi yang lebih erat dan meningkatkan iman dan takwa kepada Allah swt.
Share:

Kegiatan Belajar Mengajar Di Desa Batubelah Barat



Upaya Kelompok KKN 23 untuk Membantu dan Meningkatkan Proses Mengajar di Batubelah Barat




“Sebanyak 16 orang Mahasiswa KKN 23 Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan belajar mengajar dibeberapa sekolah di antaranya TK, SD, MI dan MTs yang ada di Desa Batuelah Barat Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.”

Kegaiatan Belajar Mengajar dilakukan setiap hari Senin-Kamis dari pukul 07.30-12.00 WIB. Koordinator KKN 23 sebelumnya sudah menembusi masing-masing sekolah yang akan Kita kunjungi diantaranya TK, SD, MI dan MTS. Setiap anggota KKN telah dibagi sebelumnya untuk mengajar di TK, SD, MI dan MTs. Terdapat 4 Mahasiswa yang mengajar di TK, 5 Mahasiswa yang mengajar di SD, 4 Mahasiswa yang mengajar di MI, dan 3 Mahasiswa yang mengajar di MTS. Pihak sekolah, terutama Kepala sekolah begitu antusias menyambut kedatangan Kami. Bahkan salah satu anggota KKN diberi tanggung jawab untuk menjadi pembina dalam upacara bendera hari senin, sebuah kehormatan bagi kami para anggota KKN 23.

Beberapa sekolah yang Kami kunjungi memiliki kesan tersendiri dan beberapa masalah tersendiri. TK dan MTS merupakan sekolah swasta yang baru berdiri pada tahun 2016 yang didirikan oleh salah satu Kyai yang ada di Madura, kebetulan saat ini Kyai tersebut sedang dalam keadaan sakit dan dipasrahkan kepada Kepala Sekolah  yang baru. Sekolah tersebut masih banyak sekali kekurangan karena sekolah  itu baru berdiri sehingga membutuhkan banyak bantuan dana untuk melengkapi fasilitas yang ada di sekolah tersebut. Kesan pertama kali saat memasuki sekolah TK ada beberapa hal yang begitu menonjol yang menyita perhatian Kami disitu tidak terdapat permainan, media belajar, dan kurangnya fasilitas lainnya yang seharusnya ada, begitu juga dengan MTS. MTS yang terdapat diDesa Batu Belah Barat masih minim dengan fasilitas diantaranya ruang kelas tanpa meja dan kursi, papan tulis, serta buku seperti LKS, Paket dll masih menggunakan kurikulum KTSP 2006 serta minimnya pengetahuan para siswa. Tenaga pengajar yang sangat  minim dengan SDM membuat para siswa belum bisa berkembang pesat, tenaga pengajar paling banyak adalah sukarelawan. Sedangkan murid juga masih minim sekali sekitar 20 murid MTS jika dijumlahkan dari kelas 1-3.

Sekolah SD yang ada di Desa Batu Belah Barat merupakan sekolah yang bisa dikatakan berkembang, karena untuk fasilitasnya sendiri cukup memadai hanya saja tenaga pendidik yang mengajar di SDN Batubelah Barat terbilang kurang. Hal ini sama dengan yang dialami oleh MI di desa Batubelah Barat. Jumlah tenaga pendidik yang kurang menjadi faktor sekolah ini masih berkembang. Oleh karena itu kelompok KKN 23 Universitas Trunojoyo Madura memutuskan untuk membantu kegiatan mengajar di sekolah-sekolah tersebut agar sekolah tersebut menjadi lebih maju.
Share:

Pelatihan Membuat Kerajinan dari Limbah Jagung

“ Pembuatan Kotak Tisu, Boneka, dan Bunga dari Bahan Dasar kulit Jagung Kering”

Minggu, 30 Juli 2018 sebanyak 16 orang Mahasiswa KKN 23 Universitas Trunojoyo Madura melakukan kegiatan Pembuatan Produk Makanan Berbahan Dasar Jagung yang bertempat di Balai Desa Batu Belah Barat, Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep.



Balai Desa Batubelah Barat  Pelatihan membuat kerajinan dari limbah jagung merupakan  salah satu program KKN  Kelompok 23. Program tersebut sangat membantu para warga masyarakat untuk mengurangi limbah jagung yang melimpah saat musim panen jagung namun dibiarkan begitu saja.  Dalam kegiatan ini didominasi oleh ibu-ibu serta adik-adik yang menghadirinya. Kegiatan ini warga diberikan pengetahuan membuat kreatifitas dari kulit jagung melalui praktek pembuatan secara langsung. Sebelumnya bahan serta alat-alat sudah dipersiapkan terlebih dahulu.

Pembuatan kerajinan dari kulit jagung dimulai pada pukul 11.30 WIB, Kami memiliki kendala dalam mengumpulkan ibu-ibu karena saat pukul 05.00-09.30 ibu-ibu masih bekerja diladangnya. Salah satu produk kerajinan yang Kami buat adalah kotak tisu, boneka dan bunga dari kulit jagung. Kotak tisu terbuat dari bekas kardus yang dibentuk menjadi persegi panjang mirip seperti kotak tisu pada umumnya lalu dilapisi dengan kuilit jagung dan dibentuk seindah mungkin dengan beberapa hiasan bunga. Boneka terbuat dari botol bekas yang tidak terpakai yang Kami bentuk menjadi mirip boneka dengan memanfaatkan kulit jagung sebagai gaun, rambut, dan beberapa ornamen lainnya yang dapat memperindah boneka tersebut. Bunga terbuat dari kulit jagung yang dibentuk dengan membuat beberapa kelopak bunga dari kulit jagung lalu disusun menjadi beberapa bunga yang cantik.


Ibu-ibu sangat antusias untuk mempelajarinya, salah satu dari guru TK meminta Kami untuk membuat pembelajaran yang edukatif untuk murid-muirdnya, jadi target dalam pembuatan kerajinan dari kulit jagung bukan hanya untuk ibu-ibu tetapi juga untuk anak-anak.
Share:

Label

Recent Posts

Unordered List

Pages

Theme Support